Untitled

Apr 18

Syukur..sebuah perjuangan..

Obyek kesyukuran bisa kita dapat darimanapun. Tidak harus dari suatu peristiwa besar,sesuatu yang simple dan makanan kita sehari hari pun bisa kita jadikan kajian syukur atas semua pencapaian kita.
Seperti biasa,kalo lagi jalan ato makan diluar (yg mana pekerjaan rutin anak kos),ak pasti tertarik utk mengamati semua orang di sekitar. Mulai dari penampilan mereka,pasangan mereka,anak mereka sampai dengan belanjaan mereka. Menurutku itu satu hal yang sangat menarik. Betapa Agungnya ALLAH Sang Khalik yg menciptakan semua makhluk dengan tanpa ada satu kesamaan pun dari berjuta manusia di bumi ini. Bahkan anak kembar sekalipun.
Wiken ini,ak dan buncit sengaja jalan ke sebuah “food court” kaki lima,daerah senopati. Ada penjual bakso kesukaan kami di tempat itu,kami berdua pencinta bakso.
Tak ada yg istimewa dari t4 itu,kecuali banyaknya penjual yg rame berlalu lalang menjajakan dagangannya,pengamen ampe dengan pengemis.
Yang menarik perhatianku adalah seorang bapak yg menjajakan krupuk gendar. Mulai dari ujung ke ujung dia menjajakan krupuknya. Meskipun puluhan kali dia ditolak oleh pembeli,namun senyum tetap menghias wajahnya yang sudah mulai keriput itu. Pertama dia menawarkan krupuk itu pada kami,awalny kami menolak (krn mmg lg ga pengen makan krupuk). Tp entah kenapa ada rasa kasihan ketika aku melihat wajah si bapak. Akhirnya kupanggil lg bapak itu untuk beli krupuk. Ketika dia membungkus kopinya,buncit bertanya apakah sepanjang waktu si bapak bejualan di food court kaki lima itu. Si bapak menjawab bhw dia jualan berpindah pindah. Dia jg bilang bhw krupuk itu adalah buatannya sndr. Sang istri membuat peyek kacang yg jg dijual keliling selain dititip di warung2. si bapak juga menjual peyek buatan istrinya. Sayang waktu itu sdh habis. Dia bilang brangkat dari rmh pagi dng membawa dagangan satu kaleng besar yg kmd dijajakan keliling dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki. Yang membuatku tersentuh adalah si bapak menceritakan itu tanpa beban,sambil terus tersenyum. Bagi dia hidup itu adalah perjuangan dan apapun yg kita terima hari ini adalah rezeki yg memang harus kita terima dengan penuh kesyukuran.
Betapa harusnya ak malu pada si bapak. Dia yg tanpa rasa putus asa dan semangat menyala menjajakan krupuk2 nya dengan berjalan kaki. Kadang kehujanan, kadang kepanasan plus dagangan yg ga selalu laku. Yang penting buat dia adalah bagaimana bisa hidup hari ini. Esok hari adalah sebuah perjalanan lagi yg harus diperjuangkan dengan penuh kesyukuran..maka nikmat Tuhan kamu yg manakah yang kamu dustakan..lailla hailla ‘anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimiin..